Group Shalawat

Pengajian Kitab

Showing posts with label Lintas Berita Islam. Show all posts
Showing posts with label Lintas Berita Islam. Show all posts

Gedung Islamic Center Pertama Bengkulu Siap Digunakan

Gedung Islamic Center Pertama Bengkulu Siap Digunakan


Gedung Islamic Center yang dibangun di samping Masjid Raya Baitul Izzah Padang Harapan Kota Bengkulu dan mampu menampung 2.000 orang telah siap digunakan.

“Bangunan dua lantai ini sudah siap digunakan dengan kapasitas 2.000 orang, bisa untuk tempat pertemuan, pengajian, seminar dan lainnya,” kata Imam Masjid Raya Baitul Izzah, Rusli M Daud, di Bengkulu, Sabtu (6/8/2011).
Ia mengharapkan, keberadaan Islamic Center pertama di Kota Bengkulu tersebut bisa dimanfaatkan untuk mempertebal keimanan dan ilmu tentang Islam.
Lantai satu bangunan yang menyatu dengan Masjid Baitul Izzah tersebut akan digunakan sebagai gedung serba guna, termasuk untuk acara pernikahan.
“Lantai satu akan dimanfaatkan sebagai ruang serba guna, termasuk pernikahan dan di lantai dua untuk seminar agama, pengajian dan lain sebagainya,” tambahnya.
Rusli mengatakan selain menambah gedung Islamic Center, masjid Baitul Izzah yang dibangun pada 1979 tersebut terus berbenah, dimana kini jemaahnya mencapai 2.500 orang.
Masjid yang berdiri di simpang empat Padang Harapan Kota Bengkulu itu merupakan salah satu masjid yang selalu dipadati jamaah.
Selain tempat beribadah umat Islam di Kota Bengkulu, masjid tersebut juga sekaligus tempat kegiatan keagaaman Pemerintah Daerah Provinsi Bengkulu.
“Dengan adanya Islamic Center, kegiatan diluar ibadah bisa dilakukan di gedung dua lantai ini,” katanya.

Masjid terbesar kedua setelah Masjid Agung At-Taqwa di Kelurahan Anggut Atas tersebut juga sudah pernah direnovasi pada 1997 dengan menambah luas bangunan dari 25 x 25 meter menjadi 40 X 40 meter dengan kapasitas 2.500 jamaah.
Saat renovasi yang kedua, kubah masjid diganti dari kubah biasa menjadi kubah yang megah tanpa menggunakan tiang tengah. Dinding dalam bagian atas dilukis ornamen yang bertuliskan Asmaul Husna atau 99 nama Allah SWT.
“Saat renovasi kedua dinding masjid sengaja terbuka, agar terasa sejuk karena Kota Bengkulu cuacanya cukup panas,” ujarnya. (ant/arrahmah.com)


Selamat Menyambut Bulan Suci Ramadhan

Selamat Menyambut Bulan Suci Ramadhan

ترحيب رمضان

مَرْحَبَاً يَا شَهْرَ رَمَضَانْ       مَرْحَبَاً شَهْرَ الْعِبَادَةْ

 مَرْحَبَاً يَا شَهْرَ رَمَضَانْ       مَرْحَبَاً شَهْرَ السَّعَادَةْ


Selamat datang wahai Ramadhan, selamat datang wahai bulan Ibadah,

 Selamat datang wahai Ramadhan, selamat datang wahai bulan kebahagiaan,


مَرْحَبَاً يَا زَاهِرَ اْلآنْ          فِيْ الْمَجَالِيْ بِالزِّيَادَةْ

لِلأَخِلاَّ قُرَّةْ أَعْيَانْ             أَنْتَ يَا شَهْرَ الإِفَادَةْ


Selamat datang wahai yg tiba dg cahaya dalam kejelasan bertambahnya anugerah,

Bagi para kekasih Allah engkau adalah kesayangan mereka wahai bulan yg penuh dg keberuntungan,


فِيْكَ يُجْلَى الرِّيْنُ والرَّانْ      حِيْنَ تُجْلَى الإِسْتِجَادَةْ

مَرْحَبَاً ذَا خَيْرَ إِتْيَان        شَهْرَنَا شَهْرَ السِّيَادَة


Padamu tersingkir segala kehinaan dan dosa, saat terbentangnya kesempatan untuk menyungkur sujud,

Selamat datang sebaik baik yg mengunjungi usia kami, bulan kita ini adalah baginda bagi bulan lainnya,


أَنْتَ سَيِّد كُلِّ الأَحْيَانْ         وَالْيَتِيْمَةْ فِيْ الْقُلاَدَةْ

مَرْحَبَاً يَا شَهْرَ اْلإِحْسَانْ      وَالصَّفَا وَالإِسْتِفَادَةْ


Engkaulah pemimpin bagi setiap saat, dan Kepala Mutiara bagi kalung kehidupan,

Selamat datang bulan kemuliaan, kesucian dan terbukanya kesempatan mengambil manfaat,


مَرْحَبَاً مِنْ غَيْرِ حُسْبَانْ       حَيْثُ لاَ نُحْصِيْ عِدَادَةْ

كُلُّ مَسْجِدْ فِيْكَ قَدْ زَانْ        رَبُّهُ بِاالنُّوْرِ زَادَهْ


Selamat datang kuucapkan tanpa terhitung, hingga tak terhingga banyaknya,

Segenap masjid terindahkan dengan kedatanganmu, Tuhan segenap masjid menambahkan cahaya pada masjid masjid dg kedatanganmu,


أَنْتَ بَهْجَةُ كُلِّ مَنْ كَانْ        حَازَ مِنْ تَقْوَاهُ زَادَهْ

كُلُّ مُسْلِمْ فِيْكَ نَشْطَانْ         فِيْ التَّوَجُّهْ لِلْعِبَادَةْ


Engkau cahaya kemegahan bagi segalanya, beruntunglah barangsiapa yg takwanya bertambah,

Setiap muslim giat di hari harimu dalam semangat beribadah,


وَعَنِ اْلآثَامِ كَسْلاَنْ            وَلَهُ الطَّاعَاتْ عَادَةْ

فِيْ تَرَاوِيْحٍ وَقُُرْآنْ            قَدْ جَفَا نَوْمَ الْقُعَادَةْ


Dan mereka (di bulan ramadhan) malas berbuat dosa, dan bagi mereka ketaatan pada Allah menjadi adat kebiasaan, Dalam shalat tarawih dan Alqur’an, telah sirna kantuk orang yg malas shalat malam,


مَرْحَبَاً يَا عَالِيَ الشَّانْ         مَا انْقَضَى وَصْفُ وِدَادَهْ

وَصَلاَةُ الْواحِدِ الْمانّْ           مَنْ حَبَا النِّعْمَةْ عِبَادَهْ


Selamat datang wahai pemilik derajat yg mulia, yg tiada henti hentinya gambaran keindahan dan kerinduan atasnya, Dan shalawat dari Yang Maha Tunggal dalam segala Anugerah, Yang Maha Memberi kenikmatan dalam beribadah,


تَتَغَشَّى فَخْرَ عَدْنَانْ           وَكَذَا الآلَ الإِجَادَهْ

وَالصَّحَابَةْ هُمْ وَاْلإِخْوَانْ     نِعْمَ أَصْحَابُ الشَّهَادَةْ


Selalu terlimpah pada sang kebanggaan keturunan Adnan (Sayyidina Muhammad saw), dan pula segenap keluarga yg mulia, serta sahabat dan merekalah para saudara, semulia mulia para syuhada,


مَاأَضَاءَ بَالنُّوْرِ رَمَضَانْ      وَانْجَلَى رَيْنُ الْبَلاَدَةْ


Seterang benderangnya cahaya Ramadhan, maka sirnalah kesempitan hati orang orang yg dalam kebodohan,

Bayi Lumajang Telinganya berlafadz Allah

Bayi Lumajang Telinganya berlafadz Allah

Seorang bayi berusia 18 hari membuat gempar warga Lumajang, Jawa Timur. Pasalnya, bayi berjenis kelamin laki-laki ini mempunyai keanehan pada telinga kanannya. Daun telinga itu berbentuk lafaz Allah seperti dalam agama islam.
Bayi yang diberi nama Ahmad Adha Reno Pujiantono itu merupakan anak pertama pasangan, Risma Pujiantono (24), PHL (Pegawai Harian Lapangan) yang bertugas di Satuan Reskrim Polres Lumajang dengan Novitasari Marsudi (24), warga Dusun Laban, Desa Labruk Lor, Kecamatan Kota Lumajang.
“Putra pertama saya dilahirkan pukul 08.15 WIB, Selasa 16 November 2010 lalu. Tepatnya, saat malam Idul Adha. Makanya, ia saya namakan Ahmad Ahda,” kata Risma Pujiantono ketika ditemui di rumahnya, Jumat (3/12/2010) pagi.
Awalnya jelas Risma, guratan bagian gambar foto dinding telinga bayinya yang berbentuk Lafaz Allah itu tidak terbaca sedikit pun. “Saya juga tidak menyadari kalau telinga bayi saya memang ada tulisan lafaz Allah,” ungkapnya dengan suara lirih.

Peristiwa unik dan aneh itu terjadi setelah menginjak hari ketiga sepulang dari rumah bersalin, dirinya beserta keluarga baru mengetahui keanehan di telinga kanan bayinya. “Kala itu saat memandikan bayi Adha ini bersama Pak Marsudi, mertua saya. Saat saya membersihkan telinga Adha, tiba-tiba mertua saya bilang kok seperti ada tulisan Lafaz Allah. Makanya saya jadi kaget lalu mengamatinya dengan teliti, dan ternyata benar,” terang Risma lagi.
Keajaiban munculnya tulisan lafaz Allah di telinga Ahmad Adha Reno Pujiantono ini, seketika menjadikan keluarga dan warga di kampung Risma heboh. Apalagi, semakin hari tidak sedikit saudara dan tetangga sekitar rumahnya yang berdatangan untuk melihat dan memastikan apakah benar tulisan itu benar-benar Lafaz Allah.
“Karena saya tidak ingin dianggap membuat sensasi, maka saya persilahkan saudara dan tetangga meriksanya sendiri. Apalagi, bayi pertama saya tidak pernah rewel. Ia tampaknya tahu jadi perhatian orang, dan tidak sedikit pun menangis,” ungkap Risma.

Malam Nisfu Sya’ban 2011


Informasi 15 Sya’ban jatuh pada tanggal 16 Juli 2011
(Malam Nisfu Sya’ban pd hari Sabtu tgl 16 Juli 2011 Malam Minggu sejak terbenamnya matahari)
Apa yang menyebabkan malam Nisfu Sya’ban ini besar artinya bagi umat Muslim ? Berikut ini diceritakan seperti yang di alami Rasulullah Saw :
Kebesaran hari ini diterangkan oleh Rasulullah saw. ” Malaikat Jibril mendatangiku pada malam Nishfu (15) Sya’ban, seraya berkata, ” Hai Muhammad, malam ini pintu-pintu langit dibuka. Bangunlah dan Shalatlah, angkat kepalamu dan tadahkan dua tanganmu kelangit .”
Rasulullah saw bertanya, ” Malam apa ini Jibril ?”

Jibril menjawab : ” Malam ini dibukakan 300 pintu rahmat. Tuhan mengampuni kesalahan orang yang tidak menyekutukan Allah dengan sesuatu, kecuali tukang sihir, tukang nujum, orang bermusuhan, orang yg terus menerus minum khamar (arak atau minuman keras), terus menerus berzina, memakan riba, durhaka kepada ibu bapak, orang yang suka mengadu domba dan orang yang memutuskan silaturahim. Tuhan tidak mengampuni mereka sampai mereka taubat dan meninggalkan kejahatan mereka itu .”
Rasulullah pun keluar rumah, lentas mengerjakan shalat (sendirian) dan menangis dalam sujudnya, seraya berdoa :

.” Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu
dari azab dan siksa-Mu serta kemurkaan-Mu
Tiada kubatasi pujian-pujian kepada-Mu
sebagaimana Engkau memuji diri-Mu
Maka bagi-Mu lah segala pujia-pujian itu
Hingga Engkau rela .” (HR Abu Hurairah)

Ada beberapa riwayat yang shahih tentang keutamaan memperbanyak puasa di bulan Sya’ban, tetapi tanpa mengkhususkan sebagian hari-harinya, di antaranya:


أَنَّ عَائِشَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهَا قَالَتْ: مَا رَأَيْتُ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَ سَلَّمَ  اِسْتَكْمَلَ صِيَامَ شَهْرٍ قَطُّ إِلاَّ رَمَضَانَ، وَمَا رَأَيْتُهُ فِيْ شَهْرٍ مِنْهُ فِيْ شَعْبَانَ، فَكَانَ يَصُوْمُ شَعْبَانَ كُلَّهُ إِلاَّ قَلِيْلاً


Sesungguhnya Aisyah radhiyallahu ‘anha berkata, “Aku tidak pernah sekali pun melihat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menyempurnakan puasa satu bulan penuh kecuali (pada) bulan Ramadan, dan aku tidak pernah melihat beliau (banyak berpuasa -ed) dalam suatu bulan kecuali bulan Sya’ban. Beliau berpuasa pada kebanyakan hari di bulan Sya’ban.” (HR. al-Bukhari: 1868 dan HR. Muslim: 782)

Dalam hadits yang lain, Usamah bin Zaid berkata :


لَمْ أَرَكَ تَصُوْمُ مِنَ الشُّهُوْرِ مَا تَصُوْمُ مِنْ شَعْبَانَ، قَالَ: ذَاكَ شَهْرٌ يَغْفِلُ النَّاسُ عَنْهُ بَيْنَ رَجَبٍ وَ رَمَضَانَ، وَ هُوَ شَهْرٌ تُرْفَعُ اْلأَعْمَالُ فِيْهِ إِلَى رَبِّ الْعَالَمِيْنَ، فَأُحِبُّ أَنْ يُرْفَعَ عَمَلِيْ وَ أَنَا صَائِمٌ


“Wahai Rasulullah, aku tidak pernah melihatmu berpuasa dalam beberapa bulan seperti puasamu di bulan Sya’ban. Beliau menjawab, ‘Itu adalah satu bulan yang manusia lalai darinya. (Bulan itu adalah) bulan antara Rajab dan Ramadan, dan pada bulan itu amalan-amalan manusia diangkat kepada Rabbul ‘alamin, maka aku ingin supaya amalanku diangkat pada saat aku berpuasa.’ ” (HR. an-Nasa’i: 1/322, dinilai shahih oleh al-Albani dalam Irwa’ al-Ghalil: 4/103)

Adapun pengkhususan hari-hari tertentu pada bulan Sya’ban untuk berpuasa atau qiyamul lail, seperti pada malam Nisfu Sya’ban, maka hadits-haditsnya lemah bahkan palsu. Di antaranya adalah hadits :


إِذَا كَانَتْ لَيْلَةُ مِنْ شَعْبَانَ فَقُوْمُوْا لَيْلَهَا وَصُوْمُوْا نَهَارَهَا فَإِنَّ اللهَ يَنْزِلُ فِيْهَا لِغُرُوْبِ الشَّمْسِ إِلَى سَمَاءِ الدُّنْيَا فَيَقُوْلُ أَلاَ مِنْ مُسْتَغْفِرٍ لِيْ فَأَغْفِرَ لَهُ أَلاَ مُسْتَرْزِقٌ فَأَرْزُقَهُ أَلاَ مُبْتَلًى فَأُعَافِيَهُ أَلاَ كَذَا أَلاَ كَذَا حَتَّى يَطْلُعَ الْفَجْرُ


“Jika datang malam pertengahan bulan Sya’ban, maka lakukanlah qiyamul lail, dan berpuasalah di siang harinya, karena Allah turun ke langit dunia saat itu pada waktu matahari tenggelam, lalu Allah berkata, ‘Adakah orang yang minta ampun kepada-Ku, maka Aku akan ampuni dia. Adakah orang yang meminta rezeki kepada-Ku, maka Aku akan memberi rezeki kepadanya. Adakah orang yang diuji, maka Aku akan selamatkan dia. Adakah demikian dan demikian?’ (Allah mengatakan hal ini) sampai terbit fajar.” (HR. Ibnu Majah: 1/421; HR. al-Baihaqi dalam Su’abul Iman: 3/378)


Keterangan:

Hadits ini dari jalan Ibnu Abi Sabrah, dari Ibrahim bin Muhammad, dari Mu’awiyah bin Abdillah bin Ja’far, dari ayahnya, dari Ali bin Abi Thalib, dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Hadits ini adalah hadits maudhu’/palsu, karena perawi bernama Ibnu Abi Sabrah tertuduh berdusta, sebagaimana dalam Taqrib milik al-Hafidz. Imam Ahmad dan gurunya (Ibnu Ma’in) berkata tentangnya, “Dia adalah perawi yang memalsukan hadits.”[1]

Maka dari sini kita ketahui bahwa hadits tentang fadhilah (keutamaan –ed) menghidupkan malam Nisfu Sya’ban dan berpuasa di siang harinya tidaklah sah dan tidak bisa dijadikan hujjah (argumentasi). Para ulama menyatakan hal itu sebagai amalan bid’ah dalam agama.[2]

Jessica Iskandar Masuk Islam

Artis penyanyi ini memang sudah dikenal di masyarakat indonesia ya namanya Jessica Iskandar dimana ada beritasae mengenai Jessica Iskandar mendapat hidayah di bulan Ramadhan. Dalam waktu dekat, Jessica berniat masuk Islam. "Sekarang aku lagi dalam masa pembelajaran agama Islam, dalam kondisi santai tapi belajar aja bareng papa dan beberapa guru ngaji. Aku pingin masuk Islam," ucap Chika, sapaannya, saat dijumpai di Jakarta, baru-baru ini.

Sebelum mengucapkan dua kalimat syahadat sebagai tanda menganut agama Islam, Chika ingin lebih dulu mendalami Islam. Makanya, Chika mulai belajar soal-soal Islam.

"Aku juga baru kemarin belajar ambil air wudhu, belajar puasa, ngapalin doa berbuka dan doa mau puasa. Belajar macam-macamlah soal tata cara ibadah,"urai cewek kelahiran Jakarta, 29 Januari 1988 itu.

Bahkan selama Ramadhan ini, pemeran Kara dalam film Dealova ini sudah beberapa kali puasa. "Pertama kali puasa langsung ngerasain sakit perut, haus, dan laper, pokoknya nggak kuat deh. Mau marah juga nggak bisa karena memang nggak boleh marah kalau lagi puasa, apalagi nangis," curhatnya.

Jika sudah sah menjadi muallaf, Chika berencana rajin ibadah. Ia ingin bisa mengaji di Masjid Istiqlal.

"Setiap hari aku lewat Masjid Itiqlal. Aku pingin banget masuk situ dan selalu cari tahu bagaimana cara masuknya. Kalau aku jadi muallaf nanti, aku pingin banget beribadah secara khusus di sana," pungkasnya.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Makkah Live Streaming

Followers

Trafik Pengunjung

Blog Directory W3 Directory - the World Wide Web Directory Paperblog Online Marketing